
Tangerang Selatan (17/5). LDII Tangerang Selatan menghelat gelar wicara bertema “Strong Women Smart Balance” pada Minggu (17/5) di Masjid Baitul Karim, Bambu Apus. Membahas kiat-kiat menyeimbangkan berbagai peran sebagai perempuan, peserta diajak mendefinisikan “kesuksesan” menurut perspektif masing-masing.
DPD LDII Tangsel melalui Pengurus Pembina Penggerak Generus (PPG) mengungkapkan dengan maraknya diskriminasi terhadap kaum perempuan, menjadikan gerakan emansipasi wanita terus digaungkan. Menurutnya perempuan seringkali dihadapkan pilihan untuk fokus karir atau rumah tangga, tak jarang bahkan mengerjakan keduanya. Menurut survey sebanyak 80% wanita di Indonesia menanggung beban ganda.
Mengundang narasumber Uti Lestari dan Yusri Amrina dari tim Keputrian DPD LDII Tangsel untuk membagikan pengalamannya menyeimbangkan aspek karir dan keluarga.

Uti Lestari yang akrab dipanggil Tari, saat ini menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus kepala sekolah. Begitu juga dengan Yusri Amrina atau Rina, yang aktif bekerja sebagai karyawan swasta dan juga seorang istri.
Dalam paparannya, Tari mengungkapkan pentingnya untuk mengenali diri sendiri dan menyembuhkan luka masa lalu. “Kita yang ada saat ini, terbentuk dari perlakuan yang kita terima sejak kecil. Kita perlu tau apa yang membuat diri kita tidak nyaman, agar kita dapat menanggulanginya dan mencapai versi terbaik kita,” jelasnya.
Selaras dengan Tari, Rina mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri. Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki agar tidak kelelahan mental karna menanggung peran ganda adalah manajemen waktu.
“Kita harus menentukan prioritas dari setiap aktivitas atau kegiatan, harus dilakukan segera, dapat ditunda, dapat dilegasikan, atau bahkan kegiatan itu masuk kategori tidak penting contohnya nonton drakor sampai larut malam. Kita perlu mengukur kemampuan tubuh kita agar tetap sehat dan dapat beribadah,” ucap Rina.
Sinta selaku panitia mengungkapkan acara ini merupakan bentuk kepedulian LDII untuk meningkatkan kapasitas mental remaja putri. “Karena perempuan akan jadi madrasah pertama bagi anak, maka perempuan harus cerdas baik menjadi wanita karir maupun ibu rumah tangga,” jelasnya. (Thifla/Lintas)