Jalin Kerukukan Antar Warga LDII Melalui Turnamen Sepak Bola…

Antusiasme Para Penonton saat Menyaksikan Pertandingan. (Foto: Roman)

Tangerang Selatan (25/02). DPD LDII Kota Tangerang Selatan menghelat Turnamen Sepak Bola antar PC untuk para oldstar dimana syarat peserta usia minimal adalah 35 tahun. Sebanyak 7 PC di wilayah DPD LDII Kota Tangerang Selatan memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan.

Pertandingan digelar di Lapangan Pusdiklat Senkom, Sawangan, pada Minggu (25/02). Pertandingan ini dimulai sejak 8 Oktober 2023, yang bergulir setiap 2 minggu sekali dimana pada hari merupakan penutupan turnamen.

Potret Pemain Oldstar saat bertanding. (Foto: Roman)

Ahmad Rifai selaku Ketua Panitia mengungkapkan, turnamen ini sempat terhenti selama 5 tahun yang kemudian kembali berjalan tahun 2023 sampai 2024 ini, hal itu disebabkan selama ini LDII memfokuskan kegiatan sepak bola untuk anak – anak.

Program pembinaan sepak bola untuk anak – anak tersebut bekerjasama dengan FORSGI (Forum Sepak Bola Generasi Indonesia) Kota Tangsel yang memang selama ini anak-anak antusias dalam mengikuti setiap kegiatan, melihat hal itu para oldstar-pun ikut bersemangat bilamana pertandingan sepak bola diadakan juga untuk kalangan orang tua.

Rifai juga menjelaskan sampai dengan pertandingan ke-7 ini para peserta masih tetap semangat, karena yang biasanya pertandingan hanya berjalan dalam sehari, namun sampai hari ini mereka terus bertanding selama 7 minggu belakang, sehingga persaingannya lebih terasa.

“Menggairahkan lagi persebak-bolaan di (warga LDII) Tangsel, kebetulan kan ada jejak FORSGI, itu anak-anak euphorianya, Alhamdulillah di Tangsel itu latihan juga seminggu dua kali, nah ternyata yang tua juga pengen, orang tuanya juga pengen nunjukin kalau bisa,” ungkap Ahmad Rifai. Menurutnya jika turnamen oldstar ini berjalan dengan baik, maka selanjutnya akan diadakan lagi di tahun berikutnya dan seterusnya.

Penyerahan Piala Bergilir dan Uang Pembinaan Kepada Pemenang Turnamen. (Foto: Roman)

“Barang kali lebih di maksimalkan, baik dari penontonnya, fair play-nya sehingga tidak sampai terjadi emosi berlebihan di lapangan, fasilitas agak sedikit dibagusin mungkin,” ungkap Dadang Siswanto salah satu peserta dari PC Serua.

Dadang juga berharap dengan adanya pertandingan ini kedepan bisa konsisten disetiap tahunnya, sehingga setiap PC dapat merasakan kemenangan dan setiap PC dapat merasakan piala bergilir. (Zea/Lintas).

Cetak Kader Kesehatan untuk Lansia, DPD LDII Kota Tangsel…

Peserta Pelatihan Kader Kesehatan saat fot bersama. (Foto: Fathia)

Tangerang Selatan (25/2). DPD LDII Kota Tangerang Selatan menggelar Pelatihan Kader Kesehatan bagi para remaja di Gedung Barokah 4, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada Minggu (25/2). Pelatihan ini dihadiri oleh 31 peserta perwakilan dari seluruh PC di jajaran DPD LDII Kota Tangerang Selatan.

Inun Aenun Komariah S,ST., MA. Sub Koordinator Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan saat membuka Pelatihan. (Foto: Fathia)

Acara dibuka oleh Inun Aenun Komariah S,ST., MA. Sub Koordinator Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. ”Ini suatu hal yang luar biasa karena DPD LDII Tangerang Selatan mengadakan pelatihan kader kesehatan pada lansia dan kami sangat mendukung karena dapat  menggali sejauh mana masyarakat peduli dengan kesehatan terutama pada kesehatan lansia”, Ujar Inun.

Dalam pelatihan ini para peserta diajarkan mengenai cara melakukan medical check up seperti mengukur tinggi badan, berat badan, cara menggunakan stetoskop, menghitung IMT dan lain sebagainya.

Para Peserta Pelatihan saat melakukan praktek penanganan kesehatan. (Foto: Fathia)

“LDII memiliki peran sebagai mitra, guna bekerja sama dengan Dinkes untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat dan akan diikutsertakan dalam pertemuan untuk membahas masalah kesehatan.” Lanjut Inun.

Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang hilang kesadaran. Serta hal-hal yang harus dilakukan pada saat sebelum dan sesudah terjadi bencana alam.

Para Peserta Pelatihan saat melakukan praktek penanganan kesehatan. (Foto: Fathia)

“diharapkan pelatihan ini akan berlanjut dan berkesinambungan dengan Dinkes atau Menkes karena kami ingin saat para kader yang terjun ke lapangan mereka sudah memiliki kompetensi”, harap Inun.

Sementara itu, Dr. Dani Pramudya , Sp.EM. Selaku dokter spesialis emergency Rumah Sakit Dr. Suyoto, Jakarta, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting, “diharapkan para relawan atau kader-kader baru dapat menolong orang sekitar dan lingkungan terutama pada lansia”, pungkas Dani. (Putri/Lintas)

Bantu Izin Usaha Warga, LDII Kota Tangsel Gelar Seminar…

Peserta Seminar saat Foto Bersama. (Foto: Andri)

Tangerang Selatan (25/2) – DPD LDII Kota Tangerang Selatan menggelar acara seminar tentang UMKM, acara seminar tersebut berlangsung pada minggu (25/2) bertempat di Pusdiklat Senkom Mitra Polri, Depok, Jawa Barat. Seminar tersebut dihadiri oleh para pelaku UMKM dari warga LDII Kota Tangerang Selatan.

Seminar ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM tentang tatacara dan prosedur dalam membuat perizinan usaha. Hadir membuka seminar Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan Drs. Nazmudin, MM.

Menurut Nazmudin acara yang diadakan LDII ini luar biasa, “Saya sendiri belum begitu tau tentang LDII bahwa ternyata memiliki kegiatan yang luar biasa untuk kemasyarakatan dan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan ekonomi masyarakat”, ujar Nazmudin.

Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan Drs. Nazmudin, MM. (kanan) saat menerima souvenir setelah membuka acara. (Foto: Andri)

Seminar ini mendorong kepada pelaku UMKM warga LDII untuk memaksimalkan legalitas yang harus dipenuhi, legalitas tersebut adalah NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dalam seminar ini diterangkan cara mendapatkannya dengan sangat mudah.

Seorang penggiat UMKM senior Muhammad Adha Wahyudi dari ASA Akademi menjadi pemateri dalam seminar ini, Adha menerangkan tentang cara membuat NIB dengan mengakses OSS (Online Single Submission) yaitu sebuah portal online untuk menerbitkan NIB.

Menurut Adha NIB ini merupakat syarat mutlak sebuah UMKM dalam menjalankan bisnisnya, “Untuk pengusaha NIB ini layaknya SIM, jika dia tidak memiliki NIB maka tidak boleh membuka usaha, ini (legalitas) paling dasar, ketika ingin membuat perijinan lain pasti yang ditanyakan NIB”, jelas Adha.

Pemateri Muhammad Adha Wahyudi dari ASA Akademi (kanan) saat menerima kaos lapakita dari panitia. (Foto: Andri)

Para peserta seminar dibantu untuk menerbitkan NIB atas usaha mereka masing – masing, mereka merasa terbantu dengan mengikuti acara ini, Budi adalah salah seorang peserta yang juga pelaku UMKM warga LDII merasa puas dengan seminar ini, “kita para usahawan ternyata harus punya legalitas (NIB), dengan punya legalitas (NIB) kita bisa meningkat dalam usahanya, ini informasi yang sangat bermanfaat”, terang Budi.

Kedepannya NIB ini juga akan sangat bermanfaat untuk mendukung program pemerintah Kota Tangerang Selatan di tahun 2024 yang akan mendorong para pelaku UMKM untuk memiliki sertifikasi Halal yang salah satu persyaratannya adalah memiliki NIB. (KUR/Lintas)

Seminar ‘Couple And Parenting Skill’ dalam Pengajian Remaja LDII…

Siti Nurannisa (berdiri kanan) sedang memberikan materi seminar mengenai keterampilan keorangtuaan atau parenting skill dan couple skill atau keterampilan pasangan. di Masjid Baitul Karim, Pamulang, Tangerang Selatan pada Minggu (18/02/2024), hadir pula Nana Maznah Zubir (duduk kiri) sebagai narasumber. (Foto : LINTAS).

Tangerang Selatan (18/02). DPD LDII Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan acara seminar Couple and Parenting Skill pada hari Minggu (18/02) untuk mengedukasi para pemuda LDII se-Tangerang Selatan dalam mewujudkan program pembinaan remaja ‘Tri Sukses’ yaitu berakhlakul karimah, alim-faqih dan mandiri.

Dalam kegiatan seminar ini, DPD LDII Kota Tangerang Selatan mengundang narasumber Dra. Nana Maznah Zubir, M.Si. Salah satu anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII dan Ketua DPP LDII Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga, Dr. Siti Nurannisa, S.Sn., M.Pd.

Peserta terdiri dari 200 pemuda dan pemudi LDII yang berada di wilayah Tangerang Selatan. Acara tersebut digelar di Masjid Baitul Karim, Pamulang, dengan mengangkat tema pentingnya mempersiapkan diri menjadi pasangan dan orang tua yang hebat.

“Kegiatan ini diharapkan agar para pemuda bisa membentuk keluarga yang Sakinah mawaddah warahmah”. ujar Ruswadi salah satu Pengurus DPD LDII Kota Tangerang Selatan.

Nana menjelaskan tentang bagaimana membina pernikahan agar selalu Sakinah, mawaddah dan warohmah, bahwa sebelum menikah, para pemuda harus melakukan periksa diri. Lihat kedalam diri sendiri, bagaimana perilaku kita terbentuk mulai dari kandungan, balita, remaja, hingga matangnya usia.

“Keterampilan dalam menjadi pasangan dan orang tua sangat penting, karena para pemuda menemukan ketika dia dibesarkan ada hal yang harus diperbaiki, kemudian re-parenting. Sehingga ketika mempunyai anak bisa mendidik dan mengasuh anak sesuai dengan apa yang dia perbaiki mengenai dirinya, serta bisa menjadi pasangan yang bisa memahami satu sama lain”, ucap Nana.

“Semua pengalaman masuk alam bawah sadar, ketika berinteraksi dengan orang lan, hal itu akan dibawa. Pengalaman itu tercermin dalam perilaku dirinya”, tambah Nana.

Nana Maznah Zubir sedang memberikan materi Couple and Parenting Skill atau Keterampilan Pasangan dan Keorangtuaan. (Foto: LINTAS)

Menurut Nana ada banyak hal yang bisa mempengaruhi perilaku diri, namun keluarga adalah faktor yang sangat berpengaruh. Hubungan antar ayah dan ibu ataupun orang tua dengan anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter, kepribadian, kepercayaan setiap individu, cara pandang pernikahan.

“Tuntas dengan diri sendiri, tentu harus tuntas permasalahan bersama pasangannya. Jika proses deteksi diri sendiri sudah tuntas, bantulah pasangan untuk mendekati dirinya. Apakah ada persoalan-persoalan yang belum tuntas dan mengganjal, ini yang perlu dilakukan, sebab manusia tidak ada yang sempurna”, pungkas Nana.

Senada dengan tema materi, Siti Nurannisa berpendapat bahwa ketidaksempurnaan manusia itu biasa, namun untuk mengisi ketidaksempurnaan antara pasangan perlu sebuah pondasi yaitu diskusi dan kompromi, sehingga ketidaksempurnaan itu bisa diselesaikan berjalan beriringan dengan mengisi ruang-ruang kosong ketidaksempurnaan dari pasangan kita.

Menurut Nana membangun hubungan dengan pasangan bukan berdiri sendiri, melainkan berelasi satu dengan yang lainnya. “Sifat dasar manusia adalah untuk hidup membangun relasi atau hubungan dengan orang lain, hidup dalam lingkungan, komunitas, pertemanan hingga berpasangan dengan lawan jenis”, Imbuhnya.

Jika terdapat persoalan dalam hubungan dengan pasangan maka harus dibicarakan. Jika belum menemukan jawaban, maka bicarakan dengan orang yang bisa dipercaya seperti psikolog atau konselor pernikahan. Namun demikian, Nana berpendapat tidak ada pernikahan yang sempurna, karena pernikahan adalah proses menuju kesempurnaan dan kematangan dua pribadi.

Nana berharap, peserta harus bisa mempraktekkan dan bisa mencari solusi ketika terjadi suatu masalah kelak. Bila sebuah perbedaan tidak diatur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan, respek, kepercayaan, maka akan timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu diperlukan kesiapan mental dengan cara menerima kekuatan dan kelemahan masing-masing pasangan. (FIN/LINTAS).

Tumbuhkan Jiwa Enterpreneur, LDII PC Pondok Aren Adakan Market…

Olah Raga
Para Peserta Market Day Saat Setelah Olah Raga Bersama

Tangerang Selatan (21/01/2024). PC LDII Kecamatan Pondok Aren bekerja sama dengan SMA MUBS ( Mamba’ul Ulum Boarding School) mengadakan acara Kewirausahaan bertemakan Market Day Wonderful day. Bertempat di Lapangan Masjid Mamba’ul Ulum, Pondok Jati, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan. Diikuti oleh lebih dari dua ratus peserta yang terdiri siswa siswi, wali murid, dan warga LDII Pondok Aren dan sekitarnya.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan senam dan makan bersama, acara dibuka oleh dewan penasehat dan ketua yayasan Mamba’ul Ulum Al Mubarok H Suprayitno yang kemudian dimeriahkan dengan panggung hiburan dan bazar oleh siswa-siswi SMA MUBS.

Peserta Tenant
Para Peserta Tenant market Day Foto bersama (Foto Hasim)

Ketua Yayasan Mamba’ul ulum Al Mubarok berpesan dalam sambutannya terkait pentingnya belajar dunia usaha, sebagaimana moto sekolah, berkarakter dan mandiri, kamudian beliau berpesan “jangan takut menjadi orang baik, jangan takut berbuat yang terbaik.”

Fauzi Darmawan Ketua PC LDII Kecamatan Pondok Aren, menyampaikan bahwa acara kolaborasi ini, selain bertujuan menumbuhkan jiwa enterpreneur di kalangan siswa itu sendiri, juga untuk meningkatkan kerukunan dan kekompakan warga LDII.

Pembeli Tenant
Para pengunjung sedang membeli salah satu tenant (Foto Hasim)

Selaras dengan yang disampaikan Fauzi, Dewan Penasehat Yayasan Maman Surachman juga menambahkan bahwa agenda seperti ini memang merupakan acara yang menarik dan bermanfaat sehingga perlu untuk dilaksanakan beberapa bulan sekali dengan menghadirkan warga Sekitar untuk menanamkan kerukunan serta meningkatkan jiwa wirausaha dan kreativitas siswa MUBS. (LINTAS)

Podium Tertinggi Tangsel di Festival Sepak Bola Forsgi Banten

selebrasi gol pemain U10 Forsgi Kota Tangerang Selatan (foto oleh aminphoto22)

Tangerang Selatan (18/12) – Perhelatan festival sepak bola Forsgi Banten berakhir dan Kota Tangerang Selatan mencatat prestasi gemilang dengan meraih podium tertinggi pada ajang Forsgi Banten kategori U-10, sementara Juara 1 untuk kategori U-12 berhasil diraih oleh Kota Tangerang.

Festival bergulir di stadion Heroik Taman Kopassus Kota Serang pada Minggu (17/12) dan berlangsung sangat sukses dengan mempertemukan tim-tim sepak bola junior. Walaupun kategori yang berlangsung tergolong muda namun persaingan sangat sengit.

Ketua Umum Forsgi, Agus Riyanto, menyambut baik penyelenggaraan festival yang bertujuan membina sepak bola U-10 dan U-12 dengan mengedepankan permainan yang berkarakter, jeli, dan teliti.

Agus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komandan Group-1 Kopassus Serang, Kolonel Inf Irfan Amir, yang telah memfasilitasi Stadion Heroik Taman Kopassus untuk pagelaran sepakbola Forsgi U-10 dan U-12.

Festival ini tidak hanya menjadi panggung bagi prestasi tim-tim terbaik, tetapi juga sebagai wadah untuk memberikan penghargaan kepada pemain-pemain berprestasi seperti the Best Player dan Top Scorer. ”Selamat kepada semua pemenang, semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi perkembangan sepakbola junior di Banten,” Ucap Agus.

Kolonel Inf Irfan Amir bersama panitia dan dewan penasihat (foto oleh aminphoto22)

Agus juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati keputusan wasit, serta mengedepankan karakter sebagai pemain sepakbola yang memiliki Akhlaqul Karimah dengan harapan semoga semangat positif ini terus menginspirasi generasi sepak bola dimasa yang akan datang.

Dalam wawancara terpisah Fadil, tim pelatih Forsgi Kota Tangerang Selatan menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada panitia, ” Untuk kegiatan piala Ketum Forsgi 2023 merupakan agenda rutin setiap tahun, antusias peserta sangat baik dukungan orang tua juga positif banget,” Pungkas Fadil.

selebrasi gol pemain U10 Forsgi Kota Tangerang Selatan (foto oleh aminphoto22)

Fadil juga menyampaikan apresiasi kinerja tim pelatih dan anak didiknya ”Untuk tangsel usia 10 tahun bisa juara setelah melewati 4 pertandingan di fase grup dengan kemenangan penuh di final bertemu dengan kota tangerang dan menang dengan skor 1-0 pelatih U-10 yaitu Coach Saptono dan Coach Tomi sebagai juru strategi turnamen kemarin,” tutupnya. (Syairf/Lintas)

Cetak Generasi Unggul, SPN Sakocab Tangsel Gelar Jambore Penggalang

Peserta Jambore Bekerjasama Membangun Tenda (Foto: Zaky)

Tangerang Selatan (16/12), Sakocab SPN Kota Tangerang Selatan gelar Jambore Pramuka yang dihadiri 134 peserta penggalang yang terdiri dari 5 Gugus Depan di Pusdilat Senkom Mitra Polri, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/12). Acara dihadiri oleh Wanhat DPD dan PC LDII Tangerang selatan, Ketua PPG LDII Tangerang Selatan dan juga mengundang Brigjen TNI (Purn) Drs. Syaiful Mashuri, M.Si.

Setelah sukses menggelar PBS (Pesta Besar Siaga) pada bulan September lalu, Sakocab SPN Kota Tangsel kembali menyelenggarakan agenda rutin pramuka berupa jambore untuk tingkat pnggalang. Jambore penggalang tahun ini mengusung tema “Satu Visi, Satu Aksi, dan Satu Komando”. Jambore ini diikuti oleh peserta usia 11-15 tahun yang dibagi menjadi 20 regu.

Wanhat LDII Tangsel, Ali Syabana menjadi pembina upacara pembukaan jambore. (foto: Zaky)

Acara dimulai dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Ali Syahbana, selaku pembina upacara menyampaikan dalam sambutannya bahwa teraksananya jambore ini merupakan upaya untuk mencetak generasi unggul di LDII tangsel. “Melalui Jambore ini diharapkan generasi penerus LDII bisa memiliki akhlakul karimah, alim faqih, dan kemandirian” Ujar Ali.

Ali Syahbana juga menyampaikan didalam wawancaranya bahwa jambore merupakan cara untuk membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, kegiatan jambore adalah perwujudan dari karakter luhur generasi penerus, seperti halnya membangun tenda yang membutuhkan kerjasama dan kekompakan, upacara pembukaan untuk melatih kedisiplinan. “Upacara ini merupakan hal yang fundamental dan tidak bisa dianggap sepele, anak-anak kita belajar bagaimana cara berbicara, merapihkan barisan, mengikuti instruksi” jelas Ali.

Upacara pembukaan jambore yang diikuti 134 peserta penggalang. (foto: Zaky)

Ketua Sakocab Tangsel, Toto Hariyadi menjelaskan acara jambore penggalang ini merupakan upaya untuk mencetak insan pramuka. Ilmu pramuka yang saat ini diajarkan bertujuan agar memiliki inovasi dan menjadi pemimpin baik bagi dirinya maupun bangsa. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, peserta akan dibekali berbagai materi yang dapat membentuk insan berkarakter. Pertama peserta diberikan matreri terkait pendidikan mental dan spiritual, di hari kedua disampaikan tentang pembinaan akhlak.

Ali Syabana dan Syaiful Mashuri sedang diwawancara LINTAS. (Foto: Lintas)

Brigjen TNI (Purn.) Drs. Syaiful Mashuri, M.Si mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Syaiful merasa senang, pramuka dapat menjadi wadah pengembangan diri generus LDII. Syaiful berharap para generus dapat menerapkan materi yang disampaikan sehingga dapat hidup bermasyarakat dengan berbudi luhur. “Pramuka ini kan sifatnya nasional, dengan adanya pramuka ini dapat tercipta persatuan karna didalamnya ada kekompakan, kerukunan, kebersamaan dan saling bantu membantu” ujar Syaiful. (LINTAS).

Ini Pesan Wali Kota Tangerang Selatan Saat Resmikan Masjid…

Sambutan Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. (Foto: Faqih)

Kota Tangerang Selatan (16/12). DPD LDII Kota Kota Tangerang Selatan, Banten, menggelar peresmian masjid dan majelis taklim yang berlokasi di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Kota Tangerang Selatan. Peresmian tempat ibadah itu dilakukan Wali Kota Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie, pada sabtu (16/12).

Acara juga dihadiri Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan H. Abdul Rasyid, S. Ag., M.AP, Ketua MUI Kota Tangerang Selatan diwakili oleh H. Hasan Mustapi, Ketua FKUB Kota Tangerang Selatan Drs. H. Fachrudin Zuhri, M.Si, Kepala Kemenag Kota Tangerang Selatan H. Dedi Mahfudin, M.Si, Camat Setu, Lurah Bakti Jaya serta jajaran RT dan RW Pengurus PC dan PAC LDII di Kecamatan Setu.

Para Undangan saat Menyanyikan Lagu Indonesia Raya saat acara Peresmian (foto: faqih)

Benyamin Davnie dalam sambutannya, dirinya bangga bisa bersilaturahmi dengan LDII dalam pembangunan masyarakat. “masjid Al-Mubaroq sudah dirintis pembangunannya sejak 2001 dan hari ini kita saksikan kemegahannya, ini berkat gotong royong dari semua jamaah sehingga bisa sebesar ini”.

Ia berpesan, “Pekerjaan rumah kita berikutnya bagaimana kemudian, dari masjid Al-Mubarok ini akan lahir generasi-generasi qurani yang tadi sudah di contohkan oleh ananda kita dan kedepan akan lahir lagi hafidz-hafidz lain yang lahir dari didikan para ulama yang tergabung dalam LDII Tangerang Selatan,” pungkasnya.

Walikota Tangerang Selatan Memberikan Hadiah kepada Peserta Khitan Masal (foto :faqih)

”atas nama pemerintah kota saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan yang sudah di selesaikan oleh keluarga besar LDII ini, saya juga berterima karena kontribusi yang sangat besar kepada pembangunan yang ada di Kota Tangerang Selatan”, tegasnya.

Ketua DPD LDII Kota Tangerang Selatan, Edy Irianto menjelaskan selain acara peresmian masjid Al-Mubaroq juga dilaksanakan kegiatan khitanan masal 100 anak sekaligus pemberian santunan anak yatim dan duafa,”.

“Tidak hanya untuk kegiatan mengaji, (masjid LDII) juga untuk kegiatan masyarakat lainnya. Seperti seminar, musyawarah, atau tausyiah agama. Seperti hari ini kembali mengadakan khitanan masal yang rutin setiap tahunnya. Yang terpenting, semua kegiatan tersebut akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan kegiatan ini dibuka untuk umum,” tegas Edy.

Dalam laporan Ketua Acara Tasniful Fuad, kegiatan peresmian masjid juga diadakan santuan anak yatim, santunan duafa dan khitanan masal, ”adapun sejak 2001 masjid Al-Mubaroq telah mengadakan kegiatan pengajian rutin di tingkat PAC sebanyak dua kali, pengajian ditingkat PC satu kali, pengajian generus, PAUD,TK, SD, SMP dan SMA, bahkan ada pengajian khusus pranikah, pangajian khusus ibu, pangajian lansia”.

Kegiatan ekstra lainnya, Masjid Al-Mubarok juga mengadakan kegiatan Pramuka melalui gudep Kholid bin Walid dan Siti Khodijah, Pencak Silat melalui Persinas ASAD. “pengajian yang diadakan majlis taklim sifatnya terbuka untuk umum jika ada warga yang ingin mengaji bisa menghubungi DKM Masjid Al-Mubarok”. Pungkas Fuad. (Lintas).

PAC LDII Bambu Apus Gelar LDK Cetak Generasi Emas…

Peserta LDK Bersama Dewan Penasihat PAC LDII Bambu Apus (foto: Ridho)

Tangerang Selatan (3/12). PAC LDII Bambu Apus mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di vila UB, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu-Minggu (2-3/12). Kegiatan ini dibuka oleh Dewan Penasihat PAC LDII Bambu Apus H.Karsono.

Dalam sambutannya, H. Karsono menyatakan bahwa generasi LDII wajib berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara “LDK ini adalah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan”.

Menurutnya, LDII selalu merespon dan mendukung upaya generasi LDII dalam membangun masyarakat, “Melalui LDK ini, para peserta mendapat bimbingan dan pelatihan untuk melahirkan generasi yang baik di masa depan”.

“LDK ini tidak hanya sekadar acara biasa. Ia memiliki makna yang jauh lebih dalam dan penting bagi kelangsungan organisasi LDII. Sebagai pengurus LDII Bambu Apus, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan regenerasi organisasi tetap berlangsung,” ujar H. Karsono.

Para Peserta LDK sedang mengikuti materi team building (Foto: Ridho)

Ketua Panitia, Fatah Sandi menyampaikan peserta LDK adalah para kader muda berusia 17 tahun ke atas yang akan mengikuti pengkaderan organisasi LDII selama dua hari, “Pelatihan ini diharapkan akan membantu mereka menjadi generasi yang siap memimpin Indonesia menuju emas pada tahun 2045,” tukasnya.

Ia menjelaskan, tema pelatihan ini adalah menjadi generasi penerus yang berkarakter luhur dan bertanggung jawab, “Ini merupakan visi besar LDII untuk menciptakan generasi emas. Generasi yang tidak hanya memiliki kualitas kepemimpinan yang tinggi, tetapi juga memiliki integritas keagamaan yang kuat,” ujar Fatah.

LDII percaya bahwa hanya dengan menjadi pemimpin yang profesional dan religius, bangsa Indonesia dapat mencapai masa depan yang gemilang. ”Kami yakin bahwa generasi muda adalah kunci keberlanjutan organisasi kami. Oleh karena itu, LDK ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa regenerasi organisasi berjalan lancar,” pungkasnya. (LINTAS)

PERINGATI HARI GURU, LDII TANGSEL BERIKAN TIPS MENJADI GURU…

Pengajar yang mengikuti pembekalan psikologi anak
Pengajar yang mengikuti pembekalan psikologi anak

(25/11) LDII Tangerang Selatan berkesempatan memberikan pembekalan kepada muballigh muballighot bertempat di Pusdiklat SENKOM, Depok, Sabtu (25/11), bertepatan dengan Hari Guru Nasonal, dengan tema seputar psikologi anak.

Berkaitan dengan tema hari guru tahun 2023 bertajuk “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”, BK LDII Tangerang Selatan, Khairul Anwar, mengingatkan pengajar bahwa setiap manusia adalah pembelajar, dan guru menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan belajar anak.

“Setiap anak adalah unik dan memiliki sifat dan karakternya masing-masing jadi guru yang harus kreatif untuk merangkul dan mengajar merekam,” uar Khairul.

Acara tersebut dibuka dengan studi kasus yang umum dialami oleh pengajar. “Pengajar seringkali memutar otak, mencari cara agar peserta didik dengan berbagai sifat dapat fokus selama sesi pembelajaran,” jelas Khairul.

Sementara, Psikolog Thalita Anindya Ratna Dewati memaparkan materi tentang psikologi anak. Thalita mengajak peserta menyelami berbagai sifat dari generasi Z dan generasi alpha yang notabenenya merupakan usia anak didik mereka. “Pemahaman pengajar terhadap peserta didiknya diharapkan mampu membuat pengajar menjadi guru yang kreatif,” jelasnya.

Thalita menghimbau kepada pengajar agar tidak mudah membuat label dan menghakimi anak didik yang memiliki sifat kontras, atau tahap perkembangannya tidak sejalan dengan teman sebayanya.

“Kita perlu memahami bahwa setiap kondisi anak ada penyebabnya dan setiap anak itu cerdas di bidangnya. Anak dengan kondisi yang berbeda dengan teman sebayanya belum tentu mengalami keterbelakangan, dan tidak boleh kita beri label seperti “nakal” atau “bodoh,” papar Talitha.

Peserta melakukan role play (Foto oleh BK PPG)
Peserta melakukan role play (Foto oleh BK PPG)

Sebanyak 20 pengajar antusias melakukan role play usai menerima materi. Simulasi mengajar dilakukan untuk mempraktikan ilmu yang sudah didapat. Peserta diajak merefleksikan pengalaman mengajarnya dan saling bertukar pendapat terhadap kendala yang selama ini dialami.

Acara ditutup dengan penyampaian dalil tentang pengajaran dan kutipan-kutipan yang menguatkan mental pengajar oleh Benari Saraswardini selaku BK PPG Tangsel. Benari menyampaikan acara hari ini berjalan dengan baik dan lancar.

Benari berharap dengan adanya pembekalan ini guru-guru menjadi guru kreatif dan akan menambah wawasan mereka dalam mendidik anak-anak, sehingga mereka bisa mengajar dengan cara yang menyenangkan sesuai dengan gaya belajar anak.

“Harapan saya, guru-guru bisa bersyukur dan bangga menjalani profesi sebagai pendidik, sebab mereka telah mengajarkan kebaikan. Sebagaimana dalam salah satu hadist HR Tirmidzi bahwa Sesungguhnya Allah swt, Malaikat, Penghuni langit, penghuni bumi, bahkan semut di lubang dan ikan di lautan, bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan” tutur Benari. /*