
Tangerang Selatan — LDII Kota Tangerang Selatan mengadakan pelatihan lanjutan memperkuat peran Konselor Sebaya dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan kesehatan mental. Setelah tiga kali pelatihan sepanjang 2025, para konselor berkumpul kembali dalam kegiatan monitoring dan evaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna Baitussalam pada Sabtu (14/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memastikan para konselor tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga siap secara mental saat terjun mendampingi generasi muda di lapangan.
Benari Saraswardini, Bimbingan Konseling LDII Tangsel menekankan bahwa keberadaan konselor sebaya diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi bagi generasi muda. “Kami ingin mereka merasa memiliki teman yang siap mendengar dan membantu mencari solusi,” ujarnya.
Perkembangan teknologi digital yang pesat menjadi salah satu latar belakang utama program ini. Media sosial yang masif, paparan informasi negatif, serta berkurangnya interaksi langsung membuat banyak remaja menghadapi tantangan emosional. Ketidakpastian masa depan pun turut memperbesar rasa cemas di kalangan generasi muda.
Melalui program Konselor Sebaya, LDII Kota Tangerang Selatan berupaya menciptakan ruang aman bagi generasi muda untuk berbagi cerita tanpa rasa takut dihakimi. Dalam sesi FGD, para konselor membahas pengalaman nyata selama mendampingi generasi muda, tantangan yang dihadapi, serta strategi pendekatan yang efektif.

Senada dengan itu, Kariyana sebagai panitia menegaskan bahwa program ini bersifat berkelanjutan, “menjaga kesehatan mental bukanlah upaya sesaat, melainkan proses yang membutuhkan konsistensi dan dukungan bersama”, jelas Karivana.
Antusiasme para konselor pun terus tumbuh. Nia Purbani, salah satu pemateri mengapresiasi pelatihan yang sudah berjalan satu tahun ini, “dampaknya sudah mulai terasa dalam meningkatnya keberanian generasi muda untuk berbagi cerita dan berdiskusi mengenai perasaan mereka”, ungkap Nia.
Salah satu peserta, Yunan Ahmad, juga menyampaikan apresiasinya. Ia menilai program ini sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan dan kekompakan generasi muda. “Semangat para generus! Jangan ragu untuk menyampaikan cerita kepada konselor di PC atau PAC masing-masing,” pesannya.
Melalui penguatan peran Konselor Sebaya, LDII Kota Tangerang Selatan berharap generasi muda tidak hanya mampu menyelesaikan masalah, tetapi juga memiliki kemampuan mengatur emosi yang sehat sebagai bekal menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang. (Najma/LINTAS)