Blog

Tangsel

LDII Tangsel Gelar Fun Cooking guna Tingkatkan Self Empowerment…

Nia Purbani menyampaikan pentingnya self empowerment
Nia Purbani menyampaikan pentingnya self empowerment

Tangerang Selatan (12/2). LDII Tangsel menggelar workshop “Self Empowerment & Make A Cookies” pada hari Minggu. 12 Februari 2023, di Graha Baitul Karim, Bambu Apus, Pamulang. Acara ini diikuti oleh 202 remaja putri se-Tangerang Selatan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Chomsatun selaku PPG Bidang Keputrian Tangsel. “Temanya banyak manfaatnya untuk peserta, terlebih remaja putri yang mempunyai kemandirian yang nantinya akan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga atau bahkan bisa menghasilkan,” tutur Chomsah.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan seminar self empowerment untuk kemandirian remaja putri. Materi Self empowerment disampaikan oleh Nia Purbani selaku tim BK PPG Tangsel. Nia menjelaskan bahwa self empowerment terbentuk dari dalam/motivasi intrinsik, karna semua orang diberikan kemampuan dan perlu dikembangkan. “Karna Ketika kita tidak bisa memberdayakan diri yang ada sebaliknya kita tidak berdaya padahal tidak ada manusia tidak berdaya,” ucap Nia Purbani.

Nia menuturkan materi self empowerment merupakan lanjutan dari materi self love yang disampaikan Nana dalam acara keputrian, September 2022 lalu. “komponen self love kan ada 7, salah satunya self esteem. Self empowerment ini salah satu cara untuk membentuk self esteem. Orang yang berdaya memiliki kepercayan diri yang baik,” jelasnya. Nia menjelaskan bahwa kedepannya akan ada rangkaian materi untuk mengupas ke-7 komponen self love.

Setelah menerima materi self empowerment peserta langsung diberikan keterampilan membuat kue nastar dan kastangle. Tutor dari keterampilan ini adalah Lisnawati dari PC Jombang, seorang ibu rumah tangga yang juga membuka usaha kue kering . Menurut Lisna seorang perempuan harus kreatif dan membuat inovasi untuk bisa berdaya. “Seperti sekarang bikin nastar dan kastangle tanpa telur dan tanpa mixer. Meskipun tidak punya mixer atau telur, kue yang dibuat tetap enak,” jelas Lisnawati.

Lisnawati sedang mengajarkan cara membuat kue
Lisnawati sedang mengajarkan cara membuat kue

Shinta selaku panitia mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan dengan harapan remaja putri LDII dapat memberdayakan dirinya, salah satunya dengan membuat kue. “Membuat kue ini bisa menjadi satu hal yang bisa diperjual belikan dan menjadi keuntungan. Dengan keuntungan tersebut bisa menjadi salah satu sumber pemberdayaan perempuan itu sendiri,” ucap Shinta.

Selaras dengan tujuan panitia, peserta juga merasakan manfaat Ketika mengikuti acara ini. “Yang biasanya kita cuma lihat orang bikin kue, sekarang kita ikut terjun ke dunianya” kata Intan peserta dari PC Jombang. Selain mendapatkan Ilmu, Indah bisa mendapat teman baru. Diah salah satu peserta dari PC Setu berharap ilmu yang sudah diperoleh dapat digunakan untuk membuat usaha kue sendiri.

Tangsel

LDII Dirikan Pondok Karakter yang Fokus Bentuk SDM Profesional…

Dalam rangka melawan arus komersialisasi pendidikan oleh perusahaan start-up, LDII mendirikan platform e-learning yang berfokus terhadap pembangunan karakter profesional religius. Pembangunan karakter tersebut merupakan program DPP LDII sejak Munas VII pada 2011.

Pondok Karakter bakal menjadi e-learning perdana yang fokus pada pembentukan karakter, “Kami memiliki 236 satuan pendidikan, baik pada tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Di sekolah-sekolah itu selain mendapatkan pendidikan formal, para peserta didik memperoleh pendidikan karakter,” ujar Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso.

Sejak Munas LDII pada 2011 itu, LDII menggelar beragam workshop, diskusi kelompok terpumpun (FGD) dan beragam seminar. Bahkan pakar pendidikan LDII dikirim ke satuan-satuan pendidikan untuk memberikan pelatihan kepada ketua yayasan, kepala sekolah, guru, hingga pamong, “Sejak Rakernas LDII 2018, kami mulai memikirkan internet dan teknologi informasi sebagai media membangun karakter,” kata Chriswanto Santoso.

Menurut Chriswanto Santoso, profesional religius adalah individu yang memiliki sifat alim-faqih, ber-akhlakul karimah, dan mandiri atau yang dikenal sebagai Tri Sukses, “SDM religius adalah generasi yang memiliki keterampilan sekaligus memiliki pemahaman agama yang kuat, yang kami harapkan menjadi generasi unggul pada masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Basseng yang juga koordinator Education Clearinghouse (ECH), mengatakan aplikasi Pondok Karakter memungkinkan materi ajar bisa diakses secara luas dan dalam waktu singkat, “Hal ini memungkinkan percepatan dalam proses pembangunan karakter pada satuan-satuan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Basseng, bila orangtua, penyelenggara pendidikan, kepala sekolah, guru, dan pamong memiliki referensi yang sama, maka pendidikan karakter bisa berhasil, “Bila semua orang memiliki materi pendidikan karakter dan menerapkannya, maka sang anak makin banyak terekspos dengan nilai-nilai moral,” imbuhnya.

Menurutnya, tanpa nilai-nilai moralitas yang diperoleh dari religi, maka ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia justru bisa berakibat kerusakan. Inilah yang menjadi perhatian LDII. Menurut Basseng, dengan menerapkan pendidikan karakter, LDII telah melakukan kontribusi dalam cita-cita pembangunan nasional. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur pada masa mendatang.

Sementara, Ketua DPD LDII Kota Tangerang Selatan, Edy Iriyanto, di sela-sela peresmian Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Al Mubarok di Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pembangunan karakter professional religious di lingkungan LDII Kota Tangerang Selatan dilaksanakan dengan mengutamakan pendidikan terkait pemeliharaan kerukunan, kekompakan, kerjasama dalam berbagai hal yang bermanfaat, membangun kejujuran, amanah dan hidup sederhana. /**

Lintas Daerah

LDII Gunungkidul Terima Hibah Kurban dari Bupati

Gunungkidul (15/6). Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyerahkan hibah berupa hewan kurban kepada LDII Gunungkidul dan ormas Islam lainnya untuk kedua kali. Penyerahan hibah itu berlangsung di halaman kantor Pemda Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (14/6), yang juga dihadiri berbagai ormas Islam lainnya.

Pengurus LDII yang diwakili Sekretaris DPD LDII Wasita, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul serta Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul. Sunaryanta berharap, semoga hibah sapi kurban itu memberi manfaat bagi masyarakat. “Seiring perkembangan perekonomian masyarakat Gunungkidul yang semakin membaik, semoga ke depan kesempatan tahun berikutnya pemerintah daerah bisa memberikan bantuan hewan kurban lagi untuk masyarakat Gunungkidul,” ujarnya.

Ketua DPD LDII Gunungkidul Wahono Budi Rustanto mengapresiasi hibah tersebut. Adapun bantuan itu, menurut Wahono akan disalurkan ke PAC LDII Kalurahan Krambilsawit yang berada di lingkup Kapanewon Saptosari dan nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Sebagai lembaga dakwah Wahono mengatakan, LDII juga menyentuh aspek sosial kemanusiaan, Pada momen Idul Adha 1445H ini, LDII Gunungkidul berupaya menggerakkan, menghimpun dan nantinya menyalurkan kurban melalui masjid-masjid binaan LDII. “Ibadah kurban sebagai wujud ketakwaan kita pada Allah dan menyayangi sesama seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW,” jelas Wahono. (red/ginowe)

Oleh: Masgino Masgin (contributor) / Noni M (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

LDII Tasikmalaya Ikuti Pemantauan Hilal Bersama Kemenag

Tasikmalaya (11/10). Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kota Tasikmalaya mengikuti pemantauan hilal 1 Zulhijah 1445 H yang digelar Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kemenag Kota Banjar. Pemantauan hilal digelar di Pos Observasi Bulan (POB) Gunung Putri Lapas Kelas IIB Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Jumat (7/6).

Pemantauan tersebut untuk menentukan awal bulan Zulhijah sekaligus menentukan Hari Raya Idul Adha. Staf Ahli Walikota Banjar, Dwiyanti dalam kesempatan itu mengapresiasi LDII dan ormas Islam lainnya yang berpartisipasi dalam pengamatan hilal, “Kami menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya pemantauan hilal 1 Zulhijah 1445 H di Kota Banjar,” kata Dwiyanti.

Dwiyanti mengajak semua pihak menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat tali persaudaraan sesama umat Islam. “Jadikan momen hari raya untuk memperkuat rasa persaudaraan antar sesama, meningkatkan keimanan dan saling berbagi dan membantu yang kurang mampu. Kita tingkatkan kepedulian pada sesama,” ucapnya.

Usai melakukan pengamatan, Ketua BHRD Kemenag Kota Banjar, Badar Ismail menyampaikan, data hilal untuk POB Lapas Kota Banjar menunjukkan ketinggian 8° 29.92′ dengan elongasi 12° 37.62′. Artinya, ketinggian hilal sudah memenuhi kriteria Mabims, “Meskipun tinggi hilal 8 derajat, namun cuaca mendung, sehingga hilal tidak terlihat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Tasikmalaya, Heny Pramono mengatakan, rukyatul hilal selain bernilai ibadah juga menjadi momentum memperkuat kebhinekaan bangsa. “Rukyat hilal ini tentunya di samping bernilai ibadah, juga momen untuk memperkuat ukhuwah, hubungan sesama umat, sesama manusia, sesama anak bangsa,” ujarnya.

Selain LDII, turut hadir BHRD Kemenag Kota Tasikmalaya, BHRD Kemenag Kabupaten Ciamis, perwakilan Forkopimda Kota Banjar, sejumlah ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren setempat.

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Doa Lintas Agama Sambut Pemilihan Umum di Jawa Timur…

Kab.Kediri (15/6). Dalam upaya menyongsong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan datang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menyelenggarakan acara doa bersama lintas agama di halaman kantor KPU Kabupaten Kediri, 11/6. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memastikan keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Kediri dalam menghadapi momentum penting ini.

Dalam pidato pembukaan, Ketua KPU, Ninik Sunarni menekankan bahwa kegiatan doa bersama ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai agama, mencerminkan semangat kerukunan dan persatuan yang menjadi kekuatan bagi masyarakat Kediri. Salah satu harapannya adalah agar KPU dari tingkat Kabupaten hingga tingkat TPS mampu melaksanakan tugasnya dengan kejujuran, transparansi, dan integritas yang tinggi. “Dengan doa lintas agama ini, kita berharap dapat menjaga kedamaian bagi seluruh warga Indonesia dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban saat proses pemilihan nanti,” ujar Ninik Sunarni.

Lebih lanjut, Ninik menambahkan, “Acara ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga merupakan contoh nyata dari kerjasama, kesatuan, dan kerukunan yang dapat memperkuat solidaritas serta kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat Kediri, menjadi teladan bagi kabupaten-kabupaten lain,” tegas Ninik.

Menyongsong pelaksanaan Pemilihan Umum serentak di seluruh Indonesia, Ninik mengajak semua stakeholder, masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Kediri untuk bersatu dalam menjadikan Pemilihan Umum yang akan datang berjalan dengan jujur, aman, dan damai. “Partisipasi aktif dari tokoh agama, yang memiliki peran vital dalam struktur sosial masyarakat, diharapkan dapat membawa suasana kesejukan bagi semua,” ungkap Ninik.

Ninik Sunarni juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Kediri, mengingat bahwa tanggung jawab tersebut bukan hanya menjadi beban KPU semata, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat.

Kegiatan doa bersama lintas agama ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, serta mendorong terwujudnya kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Kediri. “Dengan nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan keselarasan hidup yang diajarkan oleh setiap agama, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif hadir saat proses pemilihan di TPS, demi terpilihnya pemimpin yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” tutur Ninik.

Keberadaan DPD LDII Kabupaten Kediri diwakili oleh Sekretaris LDII Kabupaten Kediri Anang Yusuf yang turut memberikan dukungan dalam acara tersebut. Anang mengatakan LDII berkomitmen mensukseskan Pilkada Serentak 2024. “Pilkada Serentak Tahun 2024 memiliki makna penting sebagai pengejawantahan nilai-nilai demokrasi hingga ke daerah. Hal ini momen warga Kab.Kediri dapat menggunakan hak memilih pemimpin yang dianggap mampu mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat,” ujar Anang.

Menurut Anang Yusuf, konsolidasi dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penting dilakukan KPU agar Pilkada 2024 berjalan lancar. “KPU tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024. KPU Daerah harus berkoordinasi penuh dengan seluruh stakeholder, seluruh pemangku kepentingan, dan seluruh masyarakat. LDII mendukung penuh pelaksanaan Pilkada 2024,” tegas Anang. 

 

 

Oleh: Bagas Dino (contributor) / rully kuswahyudi (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Luluskan Angkatan Pertama, SMP Al Amaanah Siap Jadi Bagian…

Karanganyar (15/6). Sebanyak 96 siswa kelas IX SMP Al Amaanah Tasikmadu diwisuda di Aula SMP Al Amaanah Tasikmadu, Karanganyar, 12/06. Kegiatan ini merupakan agenda pertama yang dilaksanakan oleh sekolah karena merupakan angkatan pertama yang diwisuda dan dilepas untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

SMP Al Amaanah Tasikmadu yang merupakan di bawah naungan DPD LDII Kab.Karanganyar ini adalah sekolah yang terhitung cukup baru namun sudah sering mencatatkan prestasi di berbagai kejuaraan. Tahun ini sejumlah prestasi telah disabet oleh siswa-siswi terbaik mulai dari tingkat kabupaten maupun provinsi. Pembina SMP Al Sri Handayani menyampaikan, “Jika ingin sukses maka tidaklah hanya mengejar ilmu dunia saja, namun juga ilmu akhirat haruslah seimbang. Yang mana semoga bisa menjadi motivasi untuk adik-adik tingkat untuk meneruskan prestasi ini. Sesuai dengan 8 bidang pengabdian LDII untuk bnagsa, yaitu pendidikan.”

 

Sementara itu Camat Tasikmadu, Joko Setyono menegaskan, “Yen golek komplit ya sekolah di SMP Al Amaanah Tasikmadu”. Lebih lanjut Camat Joko menjelaskan bahwa di sekolah ini siswa-siswi dapat mempelajari ilmu agama karena berbasis boarding school, selain itu siswa-siswi juga mendapatkan ilmu akademik dari guru-guru yang ahli dalam bidangnya.

Joko Setyono menambahkan bahwa prestasi tidak bisa diwujudkan hanya dengan angan-angan saja, tetapi juga harus ada usaha yang mumpuni untuk bisa mewujudkannya. Terlebih juga haruslah ada kerjasama antara anak-anak, guru, maupun orang tua sampai meraih keberhasilan.

 

Oleh: Abdul Lathif (contributor) / rully kuswahyudi (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Cara PC LDII Karang Bintang Motivasi Warganya Semangat Berkurban

Tanah Bumbu (10/6). Pengurus DPD LDII Kabupaten Tanah Bumbu melalui PC LDII Karang Bintang, mengadakan “Pengajian Rutin Bulanan” dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 2024 dan silaturahmi antar warga LDII se-Karang Bintang. Acara tersebut dihelat di Masjid At-Taqwa Kabupaten Tanah Bumbu pada Minggu (9/6).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris DPD LDII Tanah Bumbu, Laman yang turut menyampaikan tausiah. “Sebagai umat muslim, warga LDII diharapkan dapat selalu berbuat baik terhadap tetangga dan sesama manusia, serta tidak boleh membedakan suku, ras, atau agama,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga LDII juga supaya meningkatkan amalan yang dapat menambah pahala seperti berkurban di Hari Raya idul Adha serta menyempatkan untuk mengikuti pengajian agar dapat mengamalkan ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Kemudian acara dilanjutkan penyampaian tausiah oleh Ustaz Mahmud yang menyampaikan ayat tentang perintah melaksanakan kurban. “Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban merupakan amalan yang sudah dipraktikkan oleh Nabi Ibrahim serta memiliki pahala yang sangat besar,” terangnya.

Selanjutnya Dewan Penasihat DPD LDII Tanah Bumbu Ahmad Albahru menutup acara tersebut. “Diharapkan dengan kegiatan pengajian rutin bulanan ini dapat meningkatkan iman dan takwa, serta dapat menjalin tali silaturahmi. Khususnya bagi segenap unsur warga LDII se-Kecamatan Karang Bintang dan masyarakat pada umumnya,” tutupnya. (AA/HW).

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Atlet Silat Nasional Eka Yulianto Kunjungi Latihan Persinas ASAD…

Manokwari (10/6). Atlet Silat Nasional, Eka Yulianto mengajak Persinas ASAD Manokwari konsisten dan fokus dalam berlatih. Hal itu ia ungkapkan di halaman Masjid Al Mubarokah Fanindi Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (25/5). Latihan diikuti generasi muda usia TK sampai SMA.

Eka Yulianto mengungkapkan, atlet harus senantiasa berprasangka baik. “Kunci saya meraih prestasi. Diimbangi dengan kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan latihan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengda Persinas ASAD Manokwari Abdul Gafur bersyukur atas kehadiran Eka Yulianto. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi untuk bisa berprestasi seperti Eka Yulianto,” ujarnya.

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Pengamatan Hilal di MAN 3 Kandangan Terhalang Cuaca Mendun

Kediri (9/6). Pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1445 Hijriyah yang dilakukan oleh Tim Rukyatul Hilal Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kediri bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta para penggiat rukyat, tidak berhasil melihat hilal karena kondisi cuaca yang mendung.

Kegiatan yang berlangsung di MAN 3 Kandangan ini terdiri dari ahli falak, perwakilan ormas Islam, serta perwakilan dari Kemenag Kabupaten Kediri, telah mempersiapkan peralatan canggih dan metode pengamatan yang teliti. Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi hambatan utama dalam observasi kali ini.

Ketua Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kabupaten Kediri, Abdul Karim menyatakan, telah melakukan persiapan maksimal dan berharap dapat melihat hilal dengan jelas. “Namun, kondisi cuaca yang mendung menghalangi pandangan kami. Kami tetap berusaha maksimal dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya. 

Meskipun hilal tidak berhasil terlihat, semangat dan kerja sama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengamatan ini patut diapresiasi. Upaya ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjalankan syariat Islam dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian. “Pengamatan hilal yang dilakukan ini memiliki peran penting dalam menentukan Idul Adha,” imbuhnya. 

Oleh karena itu, kegiatan ini selalu mendapatkan perhatian besar dari umat Islam di seluruh Indonesia. Dengan hasil pengamatan yang tidak membuahkan hasil ini, masyarakat muslim di Kabupaten Kediri akan menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait penetapan awal bulan berdasarkan sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Oleh: Bagas Dino (contributor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Manfaatkan Limbah Arang Jadi Pupuk, Ketua LDII Tala Raih…

Tanah Laut (9/6). Limbah arang yang banyak terdapat di Desa Ranggang Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sumber inspirasi bagi Ketua DPD LDII Tala, Anton Kuswoyo, untuk memanfaatkannya. Desa Ranggang merupakan desa sentra pengerajin arang terkenal di Kalsel. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengerajin arang sejak zaman penjajahan Jepang dulu. Konon mereka bisa membuat arang karena diajari oleh penjajah Jepang pada masa itu.

Proses pembuatan arang dilakukan pada tungku raksasa terbuat dari tanah liat. Bangunan tungku raksasa menyerupai bentuk keong ini berisi belasan kubik kayu untuk diolah menjadi arang. Proses pembakaran tidak sempurna yang terjadi di dalam tungku raksasa ini yang mampu mengubah kayu menjadi arang. Suhu pembakaran di dalamnya mencapai lebih dari 500 derajat celcius. Namun dari proses tersebut menghasilkan limbah arang berupa serbuk arang. Karena yang laku dijual sebagai produk arang adalah arang yang berbentuk bongkahan. Sedangkan yang sudah hancur berbentuk serbuk atau serpihan, menjadi limbah dan tidak laku dijual.

Melihat potensi limbah agar yang sangat besar ini, Anton pun melakukan riset kecil-kecilan. Limbah arang ini ia olah menjadi pupuk organik, dikombinasikan dengan pupuk kandang. Setelah diolah secara fermentasi, maka limbah arang pun menjadi pupuk organik. Bahkan pupuk organik hasil olahannya ini sudah ia uji coba pada tanaman di lahan pascatambang batubara. Hasilnya pun cukup menggembirakan. Tidak hanya diuji coba, bahkan pupuk organik hasil olahannya ini juga sudah dipesan secara rutin oleh salah satu perusahaan pertambangan untuk reklamasi lahan pascatambang batubara di daerahnya.

Hasil karyanya ini pun mendapatkan penghargaan sebagai nominasi 5 terbaik Fertinnovation Challenge yang diberikan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Bahkan karyanya ini merupakan satu-satunya dari Regional Kalimantan yang berhasil mendapatkan penghargaan dari perusahaan BUMN tersebut. Namun bagi Anton, yang terpenting bukanlah mendapatkan penghargaan. Tetapi manfaat dari pupuk organik berbahan limbah arang inilah yang jauh lebih penting. Apalagi saat ini harga pupuk kimia sangat mahal, maka pupuk organik ini menjadi solusi terbaik untuk menyuburkan tanah.

Anton yang biasa beraktifitas di ormas LDII ini menjelaskan bahwa dengan pupuk organik, tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, tetapi juga berperan penting memperbaiki tanah. Sehingga dengan penggunaan pupuk organik, berarti juga turut menjaga kelestarian alam. (Kus)

 

Oleh: Anton Kuswoyo (contributor) / rully kuswahyudi (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

Tingkatkan Keterampilan Publikasi, DPW LDII Jawa Barat Helat Pelatihan…

Tasikmalaya (6/6). DPW LDII Jawa Barat bersama DPD LDII Kota Tasikmalaya bekerja sama menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk penguatan informasi di jalur media massa dan media sosial.

Generasi muda LDII dari Kota dan Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Kab Pangandaran merupakan peserta dari kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan diselenggarakan di Aula Masjid Baitul A’ala jalan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya pada Sabtu (1/6).

Ketua Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jawa Barat, Mufti Hasan, menyampaikan bahwa LDII menargetkan kegiatan dakwah maupun beragam program di dalam organisasi dapat terpublikasikan ke seluruh segmen warga LDII dan masyarakat secara umum.

“Kegiatan pelatihan itu merupakan program KIM LDII Jabar sebagai bentuk usaha untuk memperkuat syiar dan publikasi program di LDII. Publikasi dan informasi kegiatan yang dilakukan di dalam organisasi, dengan akurasi dan fakta yang benar sangat penting untuk dapat disiapkan,” ujar Mufti.

Adapun pemateri pada kegiatan itu merupakan kader muda LDII yang memiliki pengalaman sebagai penulis, fotografer hingga videografer. Kegiatan serupa telah digelar di zona 3 yang meliputi Subang, Cirebon dan Kuningan.

“Dengan bertambahnya jumlah kader yang memiliki kemampuan jurnalistik, target LDII untuk berkontribusi pada penguatan ahlak masyarakat melalui publikasi dan sosial media, diharapkan bisa lebih besar,” jelas Mufti.

Sementara itu Ketua DPD LDII Kota Tasikmalaya, Heny Pramono, dan Ketua Bagian KIM LDII kota Tasikmalaya, Rizal Zulfa Hadi, bersyukur dengan adanya program yang diinisiasi LDII Jabar tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan publikasi dari setiap acara yang diselenggarakan oleh LDII, mulai dari pengajian anak-anak, remaja, lansia maupun kegiatan lain,” ujar Heny.

Dengan data yang valid serta kemasan konten yang menarik, setiap program yang digelar bisa terpublikasikan ke masyarakat luas. ” Keterbatasan jumlah kader dan skill yang dimiliki menjadi penghambat dari proses publikasi kegiatan, sehingga belum berjalan efektif. Diharapkan kegiatan ini bisa semakin memperdalam ilmu yang dimiliki para kader terutama dari segi teknis pembuatan konten yang lebih menarik,” kata Rizal.

Kegiatan itu juga merupakan lanjutan kegiatan yang pernah digelar beberapa tahun lalu yang dilakukan secara online. Melalui kegiatan terebut, para peserta dapat belajar dengan detail, teknis, dan sistematis membuat konten yang berkualitas berdasarkan kaidah-kaidah jurnalistik.

Oleh: Rully Sapujagad (contributor) / Nurul Dwi (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Lintas Daerah

DPW LDII DKI Jakarta dan Depok Kembali Gelar Ta’aruf…

Jakarta (6/6). DPW LDII DKI Jakarta dan DPD LDII Depok berkolaborasi menggelar ajang taaruf untuk pemuda usia menikah yang ketujuh. Acara itu selain menjadi sarana temu jodoh generasi muda LDII, juga untuk mempererat silaturrahim.

Mengambil tema “Yang Ta’aruf Ta’aruf Aja”, acara itu dilaksanakan selama dua hari pada 1-2 Juni 2024 di Masjid Baitussholihin, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Wakil Dewan Penasehat DPD LDII Jakarta Timur, Herlan Maulana menyampaikan, kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini menjadi peluang generasi muda khususnya usia dewasa muda untuk saling mengenal satu sama lain, “Kami berharap kesempatan ini menjadi wadah bagi pemuda LDII usia nikah menemukan jodohnya, sehingga bisa membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah,” ungkap Herlan.

Senada dengan Herlan, Ketua Pelaksana M. Khoirudin menambahkan kegiatan itu melibatkan enam DPD LDII se-Jakarta dan Depok, “Peserta ta’aruf ini terdiri dari Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Depok yang paling jauh. Kami berharap tahun depan bisa melaksanakan kembali karena merupakan program rutin tahunan,” ujarnya.

Khoirudin juga menambahkan, tim pelaksana acara terus memantau, berbagi ilmu, serta membina para peserta hingga jenjang hubungan yang lebih serius, “Ada tindak lanjut untuk kedepannya yaitu ke jenjang pernikahan. Dan peserta yang ikut dibebaskan memilih calon pasangan,” imbuh Khoirudin.

Selain itu, para peserta dibekali materi persiapan sebelum berkeluarga, antara lain menciptakan keluarga muda bahagia dan mengelola keuangan rumah tangga.

Anggota Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII Dian Alia Putri yang menjadi narasumber mengatakan, peran suami istri adalah sama dalam membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

“Tidak bisa sebelah pihak, karena itu ta’aruf kubro menjadi sebuah peluang bagi seorang perempuan untuk memilih pemimpin rumah tangganya, sementara laki-laki untuk memilih ibu bagi anak-anaknya,” ujar Dian.

Ia juga menekankan, agar calon pengantin perlu mengenali diri sendiri lebih dulu sebelum memilih pasangan. Hal itu dimulai dari keinginan, kekurangan, kelebihan, dan lain sebagainya sehingga mampu menyeimbangkan diri dengan pasangan nantinya.

Dian juga menegaskan kembali bahwa komunikasi dua arah menjadi langkah kecil membangun rumah tangga yang sehat bagi pasangan muda, “Contohnya, saling mendengarkan, saling memahami, namun hal itu tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Sebab keinginan dan harapan setiap pasangan beda-beda sehingga harus dibicarakan. Seperti rencana, target pencapaian, dan prinsip hidup,” kata Dian.

Kehidupan setelah menikah, kata Dian, ada tiga penyesuaian, yaitu masalah keuangan, pekerjaan rumah tangga, dan pengasuhan anak. Terkait masalah keuangan rumah tangga, Ratna Suliati Suleiman yang juga turut hadir sebagai pemateri menyampaikan, calon pasangan dan pasangan suami istri harus melek akan literasi finansial. “Pasangan muda harus terbuka dengan riwayat keuangan,” katanya.

Ratna mengatakan untuk menjaga kestabilan keuangan rumah tangga dikenal prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Reliability, Independence, Fairness) yang semuanya, harus terbuka seperti bukti penagihan dan dilakukan secara adil antar pasangan satu sama lain.

Ratna juga berpesan agar pasangan suami istri bekerja sama menjaga keuangan rumah tangga, sebab menjadi salah satu penopang kehidupan keluarga. Menurut Ratna, perpisahan rumah tangga banyak terjadi, salah satunya karena keuangan, sehingga hal itu harus dijaga sebaik mungkin. Misal sedang masa sulit, maka harus saling percaya dan berusaha mencari peluang penghidupan, jangan hanya berdiam diri.

“Jika suami sedang merasakan kesulitan, istri harus semangat memotivasi suami mencari nafkah. Sebab sustainability keuangan akan menopang sustainability keluarga,” kata Ratna. (eva)

Oleh: Inu Subakto (contributor) / Eva/Noni (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng